Sinopsis
LAWAN MEREKA!
SAVE OUR FORREST
OLEH : LINTANG GHIFFARA
Mempublikasikan pentingnya bahaya kerusakan lingkungan sejak dini, memang tidak mudah. Sama seperti salah seorang tokoh di sini, yang gemar berbuat seperti itu kepada keluarganya, sampai ia tidak disenangi hanya karena hal tersebut. Namun keajaiban datang. Salah seorang tokoh lain, mendapat indera keenam dengan bisa membaca pikiran orang lain.
Ia dan yang lain pun menjadi sadar sendiri, betapa pentingnya menjaga kerusakan lingkungan tersebut, akibat dari keajaiban yang datang padanya.
Bab I : Sepupu Simelekete
Liburan kali ini, Aditya dan Muncip merencanakan akan berlibur di Tasikmalaya. Atau di rumah Nenek. Dibuatnya “forum” persetujuan, dan ada satu orang yang tidak setuju. Amel, adik dari Aditya. Gayanya yang selalu fancy, dan sikapnya yang gaul banget itu, membuatnya tidak suka berlibur atau sekedar berkumpul bersama keluarga.
Ancaman demi ancaman Aditya berikan untuknya. Dan akhirnya, Amel mau mengikuti liburan ini.
Bab II : Tante Nia yang Demen Fotografi
Persetujuan dari
Bab III : Mereka Go Go
Dini hari, mereka berangkat ke Tasikmalaya. Saat sedang beristirahat, Tante Nia menerima telfon dari ibunya—atau neneknya Aditya dan Muncip, yang mengabarkan bahwa tantenya anak-anak—Namboru Lusi—yang bawel, cerewet, dan sangar itu, akan berlibur pula di Tasik!
Nenek bilang, jangan beritahu siapa-siapa dulu. Karena kalau Aditya dan Muncip apalagi Amel mengetahuinya, mereka bisa-bisa memutuskan untuk balik lagi ke
Bab IV : Bah! Namboru Was Come?!
Kabar tentang Namboru Lusi yang juga ikut liburan bersama mereka, terbongkar sudah. Amel juga langsung mengetahui kabar tersebut. Ia menjadi gundah dan jengkel. Sampai-sampai ia harus menangis! Karena ada Aditya yang selalu berada di samping adik-adiknya, Amel bisa meredam kegundahan itu.
Namboru datang. Semua menyambutnya. Amel menguatkan dirinya untuk bisa bertahan dengan Namboru.
Bab V : Namboru Itu Sebenarnya Benar!
Sehari penuh Namboru bersama mereka, semuanya sangat menjengkelkan! Hal-hal kecil yang dapat membuat kerusakan pada lingkungan, selalu ia serukan!
Aditya dan Muncip bosan. Tapi ada yang beda dari Amel. Ia merasa, bahwa apa yang diutarakan oleh Namboru selama ini, ada benarnya.
Bab VI : Lebih Baik Ku Begini
Aditya dan Muncip benar-benar nggak tahan!
Akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal di Musholla. Jadi marbot jadi marbot, deh! Asal nggak kedapetan celotehan Namboru!
Bab VII : Namboru Begini, Tante Nia Juga?
Tujuan Tante Nia datang ke Tasik adalah, bisa pergi ke gunung Galunggung, dan mengambil foto di
Dengan alasan yang rasional, Namboru bisa mengendalikan pikiran Tante Nia untuk pergi ke danau Panjalu. Semua hanya menurut.
Sampai di
Bab VIII : Saatnya Beraksi!
Aditya bahagia! Dengan bisa membaca pikiran orang lain, ia jadi bisa membaca pikiran Namboru. Yang isinya, hari ini Namboru akan pergi ke Gunung Galunggung, membalas Tante Nia yang kemarin sudah menemaninya ke danau.
Sampai di
Bab IX : Ada Yang Mencurigakan
Ada kabar, bahwa perkebunan lobak milik warga setempat rusak oleh tangan manusia! Pasti ada penjahat yang dendam atau gila karena telah sembarangan merusak lingkungan. Namboru tentu amat teramat tidak terima!
Dan beliau segera mencari ide gila, untuk bisa mendapatkan para penjahat tersebut, dibantu dengan Amel.
Bab X : Pertempuran Tahun 2000 di Tasik
Ide gila dilakukan Namboru, demi mendapatkan para penjahat itu. Namun, apa yang terjadi? Gagal.
Bab XI : Kata Tante Nia, Lawan Mereka!



1 komentar:
ini novel ya, wah bagus juga gaya penulisannya.
salam,
Posting Komentar