Rabu, 22 April 2009

Hotspot di DPR

hari ini (ceilah, kesannya udah kayak apaan gitu) dari pada menung2 di rumah gak jelas, akhirnya abangku yang ngantor di DPR, ngajak hotspot di kantornya! lumayan! daripada harus main di warnet dekat rumah yang bau rokok itu.
pertama, pas baru sampai naik motor dari kebon jeruk ke DPR (senayan), aku langsung diajak lihat2. pertama aku diajak ke Nusantara III. tempatnya para wartawan ngumpul! ingin rasanya aku berbaur dengan mereka! lumayan kan, pengalaman mereka bisa aku jadiin bahan buat nulis : )
lalu, aku diajak jalan lagi ke Nusantara II, terus Nusantara I, sampai akhirnya ke gedung DPR-nya, deh!
di DPR, kami gak lama2. abangku langsung mengajak ku ke perpus, buat nyari signal wifi. tapi nggak bisa! akhirnyaa, aku minta ke Nusantara III. ternyata eh, ternyata, di sana nggak ada signal! ya udah, terpaksa kami balik lagi ke DPR. hingga akhirnya aku browsing sepuasnya. dan tak lupa, menulis cerita ini...

Rabu, 08 April 2009

Surat buat Pak menteri

SURAT PENGANTAR
Jakarta, 4 April 2009

Kepada YTH
Bpk Dr. Bambang Sudibyo, MBA
Di tempat

Assalamualaikum wr. wb,

Sebelumnya, perkenalkan nama saya Bunga Ramona. Saya seorang siswi SMAN 25 Jakarta. Selain itu, saya juga aktif si salah satu organisasi kepenulisan, yang bernama Forum Lingkar Pena (FLP) Jakarta.
Saya bermaksud mengirimkan karya saya berupa novel ke Bapak. Novel saya berjudul LAWAN MEREKA! Bertemakan kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan yang akhir-akhir ini kian diatasi oleh segelintir orang. Termasuk saya. Novel ini adalah bentuk pengabdian saya sebagai masyarakat yang peduli akan keadaan yang tengah terjadi.
Telah saya bawa novel ini ke beberapa penerbit. Namun, seperti tak ada yang peduli dengan tema yang dibawakan novel ini. Padahal, walau novel ini bertema kerusakan lingkungan, novel ini telah saya kemas se-kreatif mungkin agar menarik untuk dibaca. Dan saya pun sangat berharap Bapak menteri yang terhormat mau membacanya. Saya yakin kalau Bapak juga ikut peduli dengan kerusakan lingkungan tersebut.
Hanya itu yang bisa saya sampaikan. Tak ada yang lain yang saya harapkan dari Bapak, kecuali mau membaca novel saya ini. RESPON positive pun sangat saya nanti dari Bapak. Begitu juga dengan kritikan-kritikan yang membangun.
Kurang lebihnya, saya mohon maaf bila waktu Bapak yang sangat berharga untuk mengurus Negeri ini, tersita hanya untuk membaca novel saya. Namun saya percaya dengan Bapak. Bahwa Bapak tidak akan menyia-nyiakan karya anak bangsa sendiri.
Sekali lagi, kurang lebihnya saya mohon maaf. Dan saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, karena Bapak mau meluangkan waktu untuk membaca surat pengantar ini.

Wassalamualaikum wr. wb

Hormat saya,


(Bunga Ramona)

karya temanku

Elok Oktavianingrum :

Bunga kau tampak indah karena engkau selalu memberikan keindahan yg suci nan tulus. Warnamu bagaikan matahari yg menyinari bumi ini.

Bunga janganlah kau layu, karena keindahanmu sangat berarti bagi bunga dan pohon-pohon yg selalu menumpuhi keindahan yg berarti olehmu.

Bunga, kau jadilah yg terhebat yg kau punya, karena warnamu selalu menyejuki keindahan taman, daunmu selalu mempunyai arti yg tersembunyi, putikmu yg selau mempunyai manfaat bagi makhluk hidup yg membutuhkanmu. Bunga, kau hebat aku bangga olehmu.