Jumat, 09 Oktober 2009

PERINTIS


Pada tanggal 11, 12, dan 13 September 2009 kemarin, atau pada hari Jum’at, Sabtu dan Minggu, kami—siswa-siswi SMAN 25 Jakarta—mengadakan acara PEngkajian Ramadhan INtensif Tentang ISlam. Yang akrab disebut PERINTIS. Dan bertempat di Wisma Atlit Cilodong, Depok.

Peserta acara ini adalah siswa-siswi kelas X atau kelas 1 SMA. Dan anak-anak Rohis kelas 2 dan 3 juga alumninya sebagai panitia yang didampingi guru-guru. Saya pun termasuk dalam kepanitiaan. Panitia dibagi 2. Yang kelas 3, menjadi panitia, dan yang kelas 2 menjadi ketua kamar. Karena dari seratusan murid kelas 1, mereka akan dibagi menjadi 6 kamar/kelompok, yang tentunya dipisah antara ikhwan dan akhwat atau laki-laki dan perempuan.

Dan saya kebagian menjadi ketua kamar/kelompok 1 akhwat. Kelompok saya itu pun saya beri nama Ummu Kultsum—putri nabi Muhammad. Ada 17 akhwat yang saya pegang—dan biasa disebut sebagai anak. Namun dua dianataranya tidak bisa mengikuti acara ini. Alhasil, 15 orang akhwat yang menjadi tanggung jawab saya selama tiga hari.

Hari pertama atau saat baru sampai di tempat, kami melaksanakan shalat Ashar berjamaah. Baru setelah itu kami menuju kamar kami masing2. Dan diberi kesempatan untuk membersihkan diri selama kurang lebih 45 menit. Setelah itu kami pun menuju aula untuk pembukaan sembari menunggu adzan Maghrib atau waktu berbuka puasa.

Hingga malam tiba, seluruh peserta—kelas 1—diberi waktu istirahat atau tidur selama kurang lebih 4 jam. Saya pikir, anak Rohis-nya tidak ikut tidur. Karena, saat anak kelas 1 disuruh tidur, kami—panitia—malah disuruh berkumpul untuk rapat dengan guru-guru. Tapi tidak lama. Hanya sebentar dan kami disuruh kembali ke kamar untuk ikut beristirahat.

Dua kamar menjadi satu. Hanya dipisahkan oleh kamar mandi. Dan kamar/kelompok 2 yang memegang adalah Erly. Kebetulan saya dekat dengan Erly. Jadilah Erly dan saya terus bersama pada malam itu. Tadinya kami tidak ingin tidur. Jadilah saya membantu Erly untuk menyuruh anak-anaknya tidur. Setelah itu, kami jadi curcol (curhat colongan). Dan selama curcol, kami tidur di lantai kamar saya, dan tepat di bawah kipas angin.

Tak lama, guru yang tidur di kamar saya, datang. Padahal, saya dan Erly sudah hampir tertidur! Eh, dibangunin sama guru saya itu. Kata beliau, takut masuk angin kalau tidur di lantai. Apalagi saya, kurus! Hhe. Karena di kamar saya sudah ada guru, Erly meminta saya untuk tidur di kamarnya. Ya sudah, saya turuti.

Dan kami tidur di kasur yang dikhususkan untuk satu orang, berdua. Karena tadi sudah terlanjur tidur, kami langsung melanjutkan tidur kembali. Sebelumnya, kami pun menyetel alarm di HP saya. And ternyata, kita ketiduran! Karena jam di HP saya ternyata ngaco! Lalu, saya pun tidak berasa getaran, saat salah seorang panitia miscalled ke HP saya. Walhasil, kami pun telat untuk menjalankan shalat malam. Erly ketakutan setengah mampus. Saya juga, sih. Anak-anak kelas 1 pun tidak tahu kalau mereka kala itu telat datang ke acara.

Hari ke dua dan ke tiga, mulai dipenuhi cobaan. Pertama saat sedang materi berlangsung, saya melihat anak saya wajahnya pucat dan memegang minyak kayu putih. Saya Tanya kenapa? Katanya pusing. Fiuh! Untung Cuma pusing. Dan langsung saja saya suruh untuk tiduran di kamar.

Lalu saat outbond hendak dimulai. Anak saya pingsan! Saya tidak tahu menahu kalau dia sakit. Dan dia juga tidak bilang. Dia hanya bilang ke temannya sesaat sebelum pingsan. Kalau perutnya keram. Dan temannya itu pun bilang ke saya. Saat saya hendak melapor ke panitia, ternyata dia langsung pingsan! Aduh… kalau mendem rasa sakit, ya bilang, toh!

Lalu sesudah outbond. Saya tidak tahu apa asalnya, tahu-tahu satu anak saya sudah bersama seorang panitia dan dia mengeluh kalau kuku kakinya patah! Hah! Saya panic sekaligus stress! Untung saya tidak disalahkan.

Hari demi hari terus terasa berat di Cilodong. Dari mulai anak-anak kami yang sakit, sampai harus mengingatkan mereka kalau tidak boleh tidur/tiduran saat acara berlangsung! Lalu, mengingatkan kalau tidak boleh memakai jeans atau lagging. Menyuruhnya cepat keluar saat acara hampir dimulai, dan menertibkannya saat mereka rebut. Belum lagi menyuruhnya untuk segera tidur lalu membangunkannya di dini hari!

Capek nih mulut rasanya! Udah mana lagi puasa! Dan saat para peserta dikasih waktu beristirahat, panitia malah disuruh rapat! Capek kan? pantas saja saat memejamkan mata sekali, langsung saya pergi ke alam mimpi! Pules!

Yah… walau capek, tapi senang. Dan pengalaman yang sangat berharga sekali untuk menjaga anak-anak orang selama tiga hari. Ah…


Selasa, 23 Juni 2009

Finalis IM3 Mobile Academy 2009

gue Bunga Ramona, siswi kelas X--yang sekarang Udah naek kelas XI--SMAN 25 Jakarta. hobi gue nulis. dan kerana bakat gue itu, gue bisa dipanggil ke acara ini. IM3 Mobile Academy 2009! dan gue kaget bgt waktu tgl 21 Juni kemaren, tiba-tiba dipanggil ke JAk Tv, karena ternyata gue udah berhasil masuk 40 besar IM3 Mobile Academy!
tapi sayang, waktu di Jak Tv gue diwawancara, gue gak lolos ke 16 besar! kecewa dan gak kecewa, sih... tapi, yah... buat penglaman lha! lagian juga yah, gue tuh super nervous bgt tahu pas mau diwawancara!!! gak tahu knp??

Rabu, 10 Juni 2009

Visit Kompas Gramedia

Visit Kompas Gramedia diadakan oleh Kompas Gramedia bekerjasama dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), pada Sabtu, 30 Mei 2009. Sebenarnya, acara ini diselenggarakan setiap minggu, dan bertempat tetap di kantor baru Kompas Gramedia, di jalan Palmerah Barat. Kebetulan saja, SMA 25 mendapat kesempatan untuk mengikuti acara tersebut pada tanggal 30.

Tidak hanya SMA 25 yang hadir pada acara tanggal 30. Namun, masih ada dua sekolah lagi. yaitu SMA Tarakanita Gading Serpong, dan SMA Darma Putra. Dua hari sebelum acara dilaksanakan, saya dan dua orang teman saya, datang terlebih dahulu untuk merapatkan soal acara tersebut.

Dari ketiga sekolah di atas, memang diminta tiga siswa untuk membantu panitia dari Kompas Gramedia-nya sendiri. Padahal, awalnya saya tidak menjadi panitia. Berhubung seorang teman saya—yaitu seorang cowok—kabur begitu saja saat bel pulang dibunyikan, maka guru saya meminta saya untuk menggantikan si cowok tadi.

Satu sekolah mengirimkan perwakilan dari para murid sebanyak 40 orang peserta. Juga diminta tiga orang guru untuk mendampingi. Namun apa boleh buat, pada tanggal yang sama, SMA 25 juga sedang mengadakan acara pelepasan bagi siswa kelas tiga-nya. Mau tak mau, guru-guru harus ikut semua. Jadilah, saat kami—peserta acara Visit Kompas Gramedia—akan berangkat, seorang guru menasihati agar kami berhati-hati karena mereka tidak ada yang bisa mendampingi. Hiks,

Saat kami sampai di tempat acara, ternyata baru siswa SMA 25 saja yang datang. Ya sudah, akhirnya kami langsung mengisi daftar peserta, dan mulai memasuki sebuah aula di lantai 7 sebagai tempat inti dari acara ini. Tak lama setelah itu, siswa dari SMA Tarakanita pun datang. Karena SMA Darma Putra meminta waktu untuk ngaret disebabkan ada satu hal di sekolah mereka, akhirnya acara pembukaan pun dimulai.

Setelah acara pembukaan—dan siswa dari SMA Darma Putra datang, kami semua dipersilakan menuju ke toko buku Gramedia di lantai 1. Di sana ada acara Wisata Belanja. Di mana semua buku didiskon sebesar 30%! Setelah Wisata Belanja, barulah acara inti dimulai. Yaitu workshop!

Workshop pun dibagi menjadi empat tema. Yaitu, Advertising, Jurnalistik/Fotografi, Animasi, dan Broadcasting. Workshop kira-kira berlangsung selama satu jam setengah. Di mana, setelah workshop diadakan, per-tema workshop itu harus mengadakan lomba. Pastinya lomba berhadiah!

Setelah acara ini selesai, kami melanjutkan dengan ISOMA. Setelah itu, masih ada acara inti selanjutnya. Yaitu kunjungan ke percetakan Kompas Gramedia, dan kunjungan ke redaksi Koran Kompas. Saat acara ini berlangsung, seluruh peserta dibagi menjadi dua. Setengah ke percetakan terlebih dahulu, dan setengah lagi ke redaksi.

Setelah acara kunjungan selesai, barulah kami semua dihibur dengan banyak pembagian hadiah! Tak lupa, juga pengumuman para pemenang lomba saat workshop tadi. Wah… banyak sekali hadiah yang mereka beri kepada anak-anak SMA (baca: kami). Hadiah, ilmu, juga pengalaman yang telah Kompas Gramedia berikan kepada siswa-sisiwi SMA, pasti akan sangat berguna. Terimakasih Kompas Gramedia!

Selasa, 05 Mei 2009

Tokoh Kartun Favorite


Hey Arnold!
Phoebe

Phoebe is Helga's best - make that her ONLY - friend. Helga doesn't say much to her, but Phoebe still gets a lot out of the friendship.

Phoebe spent a good part of her life traveling through other countries. She's very sophisticated. In fact, she's probably the smartest kid in Arnold's world. But she's not really a leader - and that's a big reason why she hangs out with Helga.

Some say Phoebe has a crush on Gerald. Gerald seems to like Phoebe, too. It's tough to say what will happen between them, but it's nice to see Phoebe helping herself out for a change...

Rabu, 22 April 2009

Hotspot di DPR

hari ini (ceilah, kesannya udah kayak apaan gitu) dari pada menung2 di rumah gak jelas, akhirnya abangku yang ngantor di DPR, ngajak hotspot di kantornya! lumayan! daripada harus main di warnet dekat rumah yang bau rokok itu.
pertama, pas baru sampai naik motor dari kebon jeruk ke DPR (senayan), aku langsung diajak lihat2. pertama aku diajak ke Nusantara III. tempatnya para wartawan ngumpul! ingin rasanya aku berbaur dengan mereka! lumayan kan, pengalaman mereka bisa aku jadiin bahan buat nulis : )
lalu, aku diajak jalan lagi ke Nusantara II, terus Nusantara I, sampai akhirnya ke gedung DPR-nya, deh!
di DPR, kami gak lama2. abangku langsung mengajak ku ke perpus, buat nyari signal wifi. tapi nggak bisa! akhirnyaa, aku minta ke Nusantara III. ternyata eh, ternyata, di sana nggak ada signal! ya udah, terpaksa kami balik lagi ke DPR. hingga akhirnya aku browsing sepuasnya. dan tak lupa, menulis cerita ini...

Rabu, 08 April 2009

Surat buat Pak menteri

SURAT PENGANTAR
Jakarta, 4 April 2009

Kepada YTH
Bpk Dr. Bambang Sudibyo, MBA
Di tempat

Assalamualaikum wr. wb,

Sebelumnya, perkenalkan nama saya Bunga Ramona. Saya seorang siswi SMAN 25 Jakarta. Selain itu, saya juga aktif si salah satu organisasi kepenulisan, yang bernama Forum Lingkar Pena (FLP) Jakarta.
Saya bermaksud mengirimkan karya saya berupa novel ke Bapak. Novel saya berjudul LAWAN MEREKA! Bertemakan kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan yang akhir-akhir ini kian diatasi oleh segelintir orang. Termasuk saya. Novel ini adalah bentuk pengabdian saya sebagai masyarakat yang peduli akan keadaan yang tengah terjadi.
Telah saya bawa novel ini ke beberapa penerbit. Namun, seperti tak ada yang peduli dengan tema yang dibawakan novel ini. Padahal, walau novel ini bertema kerusakan lingkungan, novel ini telah saya kemas se-kreatif mungkin agar menarik untuk dibaca. Dan saya pun sangat berharap Bapak menteri yang terhormat mau membacanya. Saya yakin kalau Bapak juga ikut peduli dengan kerusakan lingkungan tersebut.
Hanya itu yang bisa saya sampaikan. Tak ada yang lain yang saya harapkan dari Bapak, kecuali mau membaca novel saya ini. RESPON positive pun sangat saya nanti dari Bapak. Begitu juga dengan kritikan-kritikan yang membangun.
Kurang lebihnya, saya mohon maaf bila waktu Bapak yang sangat berharga untuk mengurus Negeri ini, tersita hanya untuk membaca novel saya. Namun saya percaya dengan Bapak. Bahwa Bapak tidak akan menyia-nyiakan karya anak bangsa sendiri.
Sekali lagi, kurang lebihnya saya mohon maaf. Dan saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, karena Bapak mau meluangkan waktu untuk membaca surat pengantar ini.

Wassalamualaikum wr. wb

Hormat saya,


(Bunga Ramona)

karya temanku

Elok Oktavianingrum :

Bunga kau tampak indah karena engkau selalu memberikan keindahan yg suci nan tulus. Warnamu bagaikan matahari yg menyinari bumi ini.

Bunga janganlah kau layu, karena keindahanmu sangat berarti bagi bunga dan pohon-pohon yg selalu menumpuhi keindahan yg berarti olehmu.

Bunga, kau jadilah yg terhebat yg kau punya, karena warnamu selalu menyejuki keindahan taman, daunmu selalu mempunyai arti yg tersembunyi, putikmu yg selau mempunyai manfaat bagi makhluk hidup yg membutuhkanmu. Bunga, kau hebat aku bangga olehmu.