Minggu, 01 Maret 2009

Text Pidato (jgn jadikan ini sbg bahan contekan yah!?)

Assalamulaikum wr.wb

Kepada yang terhormat, Kepala SMAN 25 Jakarta, guru-guru dan karyawan, serta teman-teman para pemuda penerus bangsa yang saya sayangi.

Puji syukur selalu kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang tak henti-hentinya memberikan nikmat kepada kita semua. Karena nikmat sehat dari-Nya lah, kita semua bisa berkumpul bersama di sekolah yang kita cintai ini. Dan, Bu Kepala sekolah yang terhormat, guru-guru dan karyawan, serta teman-teman, perkenankanlah di hati kalian, untuk menggunakan nikmat sehat tadi, dengan mendengarkan pidato dari saya berikut. Yang mana, mudah-mudahan pidato ini bisa banyak manfaatnya bagi kita semua.

Pada hari yang cerah ini, saya akan berbicara mengenai kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar. Apalagi, tentang sampah-sampah yang sering berserakan di sekitar kita. Dan saya amat bangga menjadi siswi SMAN 25, karena sekolah ini bisa menjadi teladan bagi sekolah-sekolah lainnya, dalam hal kebersihan. Namun teman-teman, alangkah baiknya bila sampah-sampah itu tak hanya dibuang ke tempatnya, dipisahkan antar organik dan anorganik, dan terakhir dibuang ke TPA. Yang akhirnya, banyak sekali diberitakan TPA yang ada juga sering bermasalah dengan masyarakat. Saya menginginkan, teman-teman bisa seperti masyarakat di salah satu dusun.

Dusun Sukunan, yang berada 4 km dari tugu Yogyakarta. Menurut sebuah artikel yang ditampilkan salah satu majalah remaja, saya membaca bahwa dusun tersebut amat sangat peduli dengan lingkungan sekitarnya. Ini terbukti, karena disebutkan tidak ada sampah berserakan di sudut-sudut jalan. Kalaupun ada, seseorang langsung memungutnya dan memasukkannya ke dalam tong sampah.

Tong sampahnya pun bukan sembarang tong sampah. Selain peduli lingkungan, warga dusun Sukunan juga kreativ! Tong sampah yang dimaksud adalah tong sampah hasil perlombaan melukis tong sampah antar remaja dan anak-anak yang diadakan warga setempat! Gambarnya pun sesuai dengan klasifikasi jenis sampah masing-masing! Hebat bukan?

Namun, saya percaya kalau di SMAN 25 ini, memungut sampah adalah hal biasa yang sering dilakukan sebelum memulai belajar. Yang akan saya singgung dari warga dusun kepada teman-teman, guru serta karyawan seklian adalah, bagaimana cara mengelola sampah-sampah tersebut, agar ujung-ujungnya tak menjadi masalah juga?

Di dusun Sukunan, warga biasa memanfaatkan plastik bekas bungkus minyak goreng atau minuman, menjadi tas dan dompet yang nantinya dijual seharga Rp. 5.000,00 - Rp. 80.000,00. Mungkin di berita-berita yang ditayangkan di TV, teman-teman sudah pernah ada yang mendengarnya. Namun ada contoh lain. Adalah pembuatan batako dengan bahan dasar campuran sterofoam untuk membuat taman di sekitar kampung.

Tidak hanya itu, di dusun ini juga berdiri sebuah sanggar. Yang bernamaa Sabilla (Sanggar Belajar Ilmu Lingkungan Alam). Ternyata, di dusun Sukunan pendidikan tentang lingkungan sudah diajarkan sejak mereka kecil! Hebat bukan?

Begitulah Bu Kepala sekolah, guru-guru dan karyawan, serta teman-teman. Kalau saja kita bisa peduli dengan lingkungan sekitar, pasti pemandangan yang dihasilkan akan indah adanya. Contohnya bila kita rajin membuang sampah pada tempatnya. Sampah-sampah yang kotor dan bau, pasti tidak akan menjadi pemandangan sehari-hari kita.

Namun, tidak hanya itu. Kekreativan pun menjadi modal selanjutnya. Apabila kita tidak dapat berpikir kreativ, sampah-sampah tadi bisa tidak menjadi bermanfaat, dan malah kembali menjadi masalah masyarakat. Kalau kita bisa mengelolanya sedikit saja, pasti sampah-sampah tadi bisa bermanfaat bagi orang lain, maupun diri sendiri.

Begitulah Bu Kepala sekolah, guru-guru dan karyawan, serta teman-teman. Hal baik yang dilakukan orang lain, tidak ada salahnya untuk kita tiru. Namun, kalau kenyataan hanya tekad saja, pasti tidak akan berhasil. Harus dilaksanakan juga dong, akhirnya!

Hanya itu yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan, informasi yang pernah saya dapat sebelumnya, sekarang bisa teman-teman dapatkan pula, dan bisa diambil hikmahnya. Sekali lagi, semoga bisa bermanfaat. Kurang lebihnya saya mohon maaf,

Wassalamualaikum wr.wb

Tidak ada komentar: